Pada bayi baru lahir, ikterus, atau kuning pada bayi, biasanya memiliki seluruh tubuh. Untuk mengimbangi kebutuhan oksigennya, janin di dalam rahim memiliki kadar eritrosit yang tinggi. Bayi menerima oksigen melalui pernapasan, jadi eritrosit yang sangat banyak itu dihancurkan setelah lahir. Hati yang tidak berfungsi dengan baik tidak dapat mengubah bilirubin I menjadi bilirubin II. Akibatnya, bilirubin I tersebar di dalam darah dan menyebabkan ikterik.
Tanda-tanda kekuningan pada bayi dapat dianggap normal dan tidak perlu dikhawatirkan, seperti:
Timbul pada hari kedua dan ketiga
hilang dalam sepuluh hari
Kacamata kuning
Warna urine yang normal
Jika kuning tidak hilang dalam 10 hari, segera pergi ke klinik.
Mengobati bayi yang mengalami kuning dapat dilakukan dengan cara berikut:
Untuk mengurangi peredaran enteropatik, berikan ASI yang banyak karena dapat merangsang peristaltik usus untuk mengeluarkan mekonium, yang dikenal sebagai BAB bayi baru lahir berwarna hitam.
Menyusui sedini mungkin (Menyusui Sejak Dini)
Memantau jumlah ASI yang tersedia
Jemur bayi di bawah cahaya matahari pagi selama 5 hingga 10 menit. Ini melakukan proses fotoisomerasi, atau fotooksidasi, yang dapat menghasilkan bilirubin larut dalam air. Bayi harus ditutup agar tidak terpapar panas secara langsung saat dijemur. Saat terbaik untuk menjemur bayi adalah sebelum pukul 10.00, setelah dipijat dan kemudian didinginkan sebentar sebelum dimandikan.