karena docosahexaenoic acid, atau DHA, berkontribusi pada perkembangan otak dan tingkat kecerdasan anak. Tidak hanya anak-anak yang membutuhkan DHA, tetapi ibu hamil juga memerlukan nutrisi DHA.
Sebagai Ketua Unit Kerja Tumbuh Kembang Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Eddy Fadlyana SpA(K), M.Kes, menyatakan, "Dengan mengkonsumsi nutrisi yang ber DHA, maka ibu hamil telah mempersiapkan kecerdasan anak lebih dini." Untuk meningkatkan kecerdasan seorang anak, tidak perlu menunggu hingga dia lahir. Jika tidak, dapat direncanakan sejak janin berada di dalam kandungan.
DHA membantu perkembangan otak dan kecerdasan anak. Selain itu, merupakan salah satu nutrisi otak yang paling penting. Dengan kata lain, sebagai penghubung ke otak. untuk dapat mengirimkan impuls, yang memiliki hubungan dengan sel-sel otak. Ini adalah hubungan antara sel otak dan impuls yang optimal.
Oleh karena itu, sangat penting bagi anak untuk mendapatkan DHA sejak masih janin. Karena itu, kata Eddy, dapat membantu pembentukan sel-sel otaknya saat masih berada di dalam rahim ibu. Asupan DHA sejak janin dalam kandungan meningkatkan perkembangan otak anak. jika dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak menerima DHA.
Namun, Eddy merasa khawatir tentang pola makan yang tidak seimbang dan kekurangan protein sebagian ibu hamil di Indonesia. Menurutnya, banyak makanan lokal di daerah tersebut bergantung pada karbohidrat semata-mata daripada mengikuti rencana diet yang seimbang. Misalnya, selain karbohidrat, Anda harus memiliki protein, serat, mineral, dan cukup cairan.
Namun, ibu hamil harus mengonsumsi makanan yang tinggi protein untuk mendapatkan DHA. karena makanan ini mengandung DHA. seperti algae dan ikan, yang keduanya merupakan sumber DHA tinggi.
Oleh karena itu, mengonsumsi makanan yang mengandung protein hewani sangat penting bagi ibu hamil. “Seperti telur dan ikan, karena mengandung DHA,” kata Eddy.