Apa Itu Magnesium?
Tubuh secara alami menghasilkan mineral magnesium, yang paling banyak ditemukan pada tulang dan jaringan lunak lainnya. Magnesium juga ada dalam serum darah, meskipun dalam jumlah kecil. Tubuh orang dewasa biasanya mengandung 25 gram magnesium.
Magnesium untuk tujuan apa?
Tubuh membutuhkan mineral esensial magnesium untuk melakukan banyak tugas penting. Tubuh menggunakan mineral ini sebagai kofaktor dalam banyak reaksi enzim, seperti proses pembentukan energi, sintesis protein, dan pembentukan DNA dan RNA. Magnesium juga membantu otot dan saraf berfungsi dengan baik. Mineral ini berperan dalam perpindahan ion kalsium dan kalium melalui membran sel, proses yang sangat penting untuk penghantaran impuls saraf, kontraksi otot, dan mempertahankan irama jantung yang teratur.
Magnesium juga membantu dalam mengontrol tekanan darah dan gula darah serta membantu dalam pertumbuhan dan pemeliharaan tulang.
Tubuh menggunakan magnesium untuk berbagai tugas, termasuk:
membantu proses produksi dan penggunaan energi, mendukung fungsi normal saraf dan otot, membantu pembentukan protein, DNA, dan RNA, berkontribusi pada kesehatan dan struktur tulang, mengatur gula darah dan tekanan darah, dan mendukung kerja jantung dan irama jantung yang normal.
Magnesium sangat penting untuk mendukung fungsi tubuh sehari-hari karena perannya yang luas. Magnesium, bagaimanapun, tidak selalu diperlukan untuk mengatasi kondisi kesehatan tertentu, karena manfaatnya dapat berbeda-beda.
Magnesium: Manfaat untuk Tubuh
Menghasilkan energi membutuhkan magnesium. Kebutuhan magnesium Anda dapat dipenuhi dengan pola makan yang sehat dan bergizi. Jangan lupa bahwa manfaat tambahan dari suplemen magnesium dapat berbeda tergantung pada kondisi dan jumlah magnesium yang dibutuhkan seseorang.
Magnesium memiliki manfaat tambahan yang harus Anda ketahui:
1. Meningkatkan Kekuatan Tulang
Salah satu mineral yang membantu pertumbuhan dan pemeliharaan tulang adalah magnesium. Selain mempengaruhi metabolisme kalsium, hormon paratiroid, dan vitamin D, mineral ini juga memengaruhi aktivitas sel pembentuk dan perombak tulang. Studi menunjukkan bahwa peningkatan kepadatan mineral tulang terkait dengan asupan magnesium yang lebih besar. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah suplemen magnesium secara langsung mencegah atau membantu mengatasi osteoporosis.
2. Meningkatkan Performa Olahraga dan Pemulihan
Magnesium bertanggung jawab atas penghantaran sinyal saraf, produksi energi, dan kontraksi dan relaksasi otot. Oleh karena itu, mendapatkan jumlah magnesium yang cukup penting untuk mendukung fungsi otot selama aktivitas maupun latihan. Magnesium berfungsi untuk meningkatkan kinerja selama latihan atau berolahraga dan meningkatkan kinerja setelah pemulihan.
Menurut beberapa penelitian, suplementasi magnesium dapat membantu mengurangi nyeri otot setelah berolahraga. Tidak banyak bukti bahwa magnesium membantu pemulihan dan performa olahraga, menurut tinjauan sistematis tahun 2024, di mana hanya empat studi memenuhi kriteria. Mengonsumsi suplemen magnesium belum tentu meningkatkan kinerja olahraga Anda jika asupan magnesium Anda sudah mencukupi.
3. Menjaga Denyut Jantung dan Tekanan Darah
Magnesium memainkan peran penting dalam mengatur pergerakan kalsium dan kalium melalui membran sel. Penghantaran impuls saraf, kontraksi otot, dan pengaturan irama jantung semuanya bergantung pada proses ini.
Selain itu, penelitian telah dilakukan mengenai hubungan magnesium dengan tekanan darah. Hasil uji klinis menunjukkan bahwa suplemen magnesium dapat menurunkan tekanan darah secara bertahap, tetapi tidak signifikan sehingga tidak dapat digunakan sebagai pengganti obat untuk mengobati hipertensi.
4. Menjaga Diabetes
Metabolisme glukosa dan kerja insulin dipengaruhi oleh magnesium. Selain itu, orang dengan diabetes tipe 2 berisiko mengalami kehilangan magnesium yang lebih besar melalui urine, yang meningkatkan risiko kadar magnesium yang rendah. Namun, mengambil suplemen magnesium tidak otomatis membantu mengontrol diabetes. Dalam Standards of Care in Diabetes 2026, American Diabetes Association tidak merekomendasikan suplementasi mikronutrien, termasuk magnesium, untuk membantu mengontrol gula darah kecuali kekurangan zat gizi. Meskipun kebutuhan magnesium harus dipenuhi, mengelola diabetes harus mengikuti pola makan, aktivitas fisik, obat, dan saran dokter.
5. Membantu Mencegah Migrain
Kadar magnesium yang lebih rendah dalam darah atau jaringan tubuh ditemukan pada beberapa pasien migrain. Sebuah penelitian kecil juga menemukan bahwa mengambil suplemen magnesium dapat membantu mengurangi jumlah kali seseorang mengalami migrain. Namun, ada sedikit bukti bahwa manfaat ini ada, dan dosis magnesium yang digunakan dalam studi migrain mungkin lebih tinggi daripada batas konsumsi suplemen harian yang disarankan. Oleh karena itu, penggunaan magnesium untuk mencegah migrain harus dilakukan hanya di bawah pengawasan dokter.
6. Mendukung Gejala Depresi
Magnesium juga banyak diteliti karena berperan dalam fungsi normal saraf.
Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis tujuh uji klinis yang melibatkan 325 orang dewasa dengan depresi menemukan hubungan antara mengonsumsi magnesium dan skor depresi yang lebih rendah. Untuk memastikan manfaatnya, uji klinis yang lebih besar diperlukan karena jumlah peserta dan penelitian masih terbatas.
Magnesium bukan pengganti terapi depresi. Jika Anda mengalami perasaan sedih, kehilangan minat, atau gejala depresi lainnya secara terus-menerus, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Sebagai tahap awal, anda juga bisa mencoba alat deteksi dini depresi dari Hello Sehat.
7. Membantu Metabolisme Mineral dan Vitamin
Tubuh tidak menyerap semua vitamin dan mineral dengan lebih baik jika ada magnesium. Namun, mineral ini berfungsi sebagai kofaktor dalam berbagai reaksi enzim, salah satunya adalah bagaimana vitamin D dimetabolisme. Studi menunjukkan bahwa metabolisme tubuh vitamin D dapat dipengaruhi oleh magnesium. Magnesium juga membantu menjaga keseimbangan mineral tubuh dan fungsi saraf dan otot dengan membantu perpindahan kalsium dan kalium melalui membran sel. Ini menunjukkan bahwa vitamin dan mineral bekerja sama dengan satu sama lain. Memenuhi kebutuhan zat gizi yang berbeda tubuh memerlukan pola makan yang seimbang.
8. Mengurangi Gejala PMS
Magnesium juga telah dicoba untuk membantu mengurangi beberapa keluhan menjelang menstruasi, juga dikenal sebagai premenstrual syndrome (PMS). Suplemen magnesium, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), dapat membantu mengurangi nyeri payudara, retensi cairan atau perut kembung, dan beberapa gejala terkait suasana hati. Namun, bukti untuk beberapa gejala PMS masih terbatas, dan manfaatnya tidak selalu ada pada setiap orang.
Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan suplemen untuk mengatasi gejala PMS jika mereka cukup parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
9. Meningkatkan Kualitas Tidur
Magnesium sering dikaitkan dengan tidur karena membantu fungsi sistem saraf. Suplementasi magnesium dapat memperbaiki kualitas tidur, menurut sejumlah penelitian. Sebuah tinjauan sistematis yang dilakukan pada tahun 2024 menemukan bahwa lima dari delapan studi menunjukkan bahwa setidaknya satu aspek tidur meningkat. Karena jumlah peserta yang relatif kecil, jenis, dosis, dan durasi suplementasi yang berbeda-beda, hasil penelitian belum konsisten.
Dengan kata lain, magnesium mungkin membantu sebagian orang tidur lebih baik, terutama mereka yang memiliki asupan magnesium yang rendah. Namun, suplemen magnesium bukan pengobatan utama untuk insomnia. Jika kesulitan tidur terus-menerus terjadi, faktor lain harus dipertimbangkan, seperti kebiasaan tidur, stres, konsumsi kafein, obat-obatan, atau kondisi kesehatan tertentu.
Berapa banyak magnesium yang dibutuhkan setiap hari?
Semua orang memiliki kebutuhan magnesium yang berbeda, tergantung pada kondisi tubuh dan usia. Tubuh mungkin memerlukan magnesium lebih banyak jika Anda terkena infeksi. Untuk memaksimalkan manfaat magnesium, ini adalah jumlah rata-rata yang diperlukan setiap hari menurut Kementerian Kesehatan RI.
1. Anak-anak usia 0 hingga 6 bulan: 300 mg.
Dari 7 hingga 11 bulan: 55 mg.
1 hingga 3 tahun: 60 mg.
4 – 6 tahun: 95 mg.
7 – 9 tahun: 120 mg.
2. Laki-laki berusia antara 10 dan 12 tahun: 150 mg.
Dari usia 13 hingga 15 tahun: 200 mg.
Antara usia 16 dan 18 tahun: 250 mg.
Setelah 19 tahun: 350 mg.
3. Wanita
Dari usia 10 hingga 12 tahun: 155 mg.
Dari usia 13 hingga 15 tahun: 200 mg.
Antara usia 16 dan 18 tahun: 220 mg.
Setelah 19 tahun: 320 mg.
Makanan kaya magnesium
Magnesium dapat bermanfaat dari berbagai makanan, bukan hanya suplemen. Ini termasuk:
| Makanan | Porsi | Kandungan magnesium* | Catatan praktis |
|---|
| Bayam matang | ½ cangkir | 78 mg | Bisa ditambahkan sebagai sayur pendamping dalam menu harian. |
| Biji chia | 28 gram | 111 mg | Dapat ditambahkan ke oatmeal, yoghurt, atau minuman. |
| Kentang panggang dengan kulit | ±100 gram | 43 mg | Mengonsumsi kentang bersama kulitnya dapat mempertahankan lebih banyak zat gizi. |
| Cokelat hitam 70–85% kakao | 28 gram | ±65 mg | Pilih dalam porsi secukupnya karena cokelat tetap mengandung kalori dan lemak. |
| Susu kedelai | 1 cangkir | 61 mg | Dapat menjadi salah satu alternatif sumber magnesium dari minuman berbasis kedelai. |
| Kacang-kacangan dan biji-bijian | Bervariasi | Bervariasi | Kandungannya cukup beragam. Contohnya, 28 gram biji labu panggang mengandung sekitar 156 mg, sedangkan ½ cangkir kacang hitam matang mengandung sekitar 60 mg. |
| Halibut matang | 85 gram | 24 mg | Salah satu pilihan sumber magnesium dari ikan. |
| Kacang almon | 28 gram | 80 mg | Praktis dikonsumsi sebagai camilan atau tambahan pada makanan. |
| Ikan kembung | ±85 gram | sekitar 80 mg | Selain magnesium, ikan kembung juga dikenal sebagai sumber protein dan asam lemak omega-3. |
| Ikan salmon matang | 85 gram | 26 mg | Bisa menjadi salah satu sumber magnesium sekaligus protein dalam menu utama. |
| Buah alpukat | ½ cangkir potongan | 22 mg | Mudah dikombinasikan dengan makanan utama maupun camilan. |
Apakah Anda harus mengambil suplemen magnesium?
Tidak semua individu membutuhkan suplemen magnesium. Pada dasarnya, pola makan bergizi seimbang, termasuk sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, gandum utuh, dan produk susu, harus diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan magnesium Anda. Ketika asupan makanan tidak mencukupi atau ketika terdapat kondisi tertentu yang meningkatkan risiko kekurangan magnesium, suplemen dapat dipertimbangkan.
Orang dengan gangguan saluran pencernaan seperti penyakit Crohn atau penyakit celiac, penderita diabetes tipe 2, orang dengan konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang, dan orang tua lebih berisiko mengalami asupan atau kadar magnesium yang rendah. Selain itu, penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang dapat berdampak pada tingkat magnesium dalam tubuh.
Namun, kekurangan magnesium tidak selalu berarti kelelahan, kram otot, atau kesulitan tidur. Berbagai keluhan tersebut dapat berasal dari banyak kondisi lain, jadi penggunaan suplemen tidak boleh digunakan sebagai pengganti pemeriksaan atau perawatan medis jika keluhan terus muncul.
Beberapa hal harus dipertimbangkan sebelum Anda memutuskan untuk mengonsumsi suplemen magnesium.
Periksa asupan makanan Anda terlebih dahulu. Tidak selalu diperlukan suplemen untuk memenuhi kebutuhan magnesium Anda jika Anda mendapatkan cukup magnesium dari makanan Anda sehari-hari.
Periksa jenis magnesium dan jumlah yang terkandung dalam produk. Makanan tambahan tersedia dalam berbagai bentuk dan memiliki tingkat penyerapan yang berbeda.
Perhatikan obat yang Anda minum. Antibiotik tertentu dan obat osteoporosis golongan bisfosfonat adalah beberapa contoh obat yang dapat berinteraksi dengan magnesium. Selain itu, kadar magnesium dalam tubuh dapat dipengaruhi oleh obat diuretik dan proton pump inhibitor (PPI).
Setiap kemungkinan masalah ginjal harus diperiksa segera. Ginjal mengeluarkan magnesium yang berlebihan dari tubuh. Jika fungsi ginjal terganggu, risiko penumpukan magnesium meningkat karena kemampuan tubuh untuk membuangnya dapat menurun.
Jenis magnesium yang dipilih dapat disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi kesehatan, dan saran dokter atau tenaga kesehatan jika suplemen diperlukan. Untuk memahami sifat masing-masing jenis suplemen magnesium, Anda dapat mempelajari berbagai jenis magnesium dan perbedaan antara mereka.
Jenis magnesium dan perbedaan antara mereka
Magnesium dapat ditemukan dalam berbagai bentuk senyawa dalam suplemen dan obat, seperti magnesium glycinate, citrate, oxide, chloride, dan sulfate. Bukan hanya nama yang membedakan mereka. Tingkat kelarutan, penyerapan, jumlah magnesium elemental, dan penggunaan dapat berbeda untuk setiap bentuk.
Menurut National Institutes of Health (NIH), saluran pencernaan biasanya lebih mudah menyerap bentuk magnesium yang lebih mudah larut. Jika dibandingkan dengan magnesium oxide dan magnesium sulfate, bentuk magnesium citrate, chloride, lactate, dan aspartate memiliki tingkat bioavailabilitas yang lebih tinggi.
Namun, dosis, kondisi tubuh, pola makan, dan bagaimana produk dibuat memengaruhi kemampuan tubuh menyerap magnesium.
Berikut beberapa jenis magnesium yang umum ditemui.
| Jenis magnesium | Apa yang perlu diketahui? |
|---|
| Magnesium glycinate atau bisglycinate | Magnesium yang terikat dengan asam amino glisin dan banyak ditemukan dalam produk suplemen. Bentuk ini semakin populer, termasuk untuk kebutuhan terkait tidur dan wellness. Namun, bukti yang membandingkan keunggulannya dengan semua bentuk magnesium lainnya masih terbatas sehingga tidak tepat menganggapnya sebagai bentuk yang selalu paling baik untuk setiap orang. |
| Magnesium citrate | Magnesium yang terikat dengan asam sitrat. Sejumlah penelitian menunjukkan magnesium citrate lebih mudah diserap dibandingkan magnesium oxide. |
| Magnesium oxide | Banyak digunakan dalam suplemen dan juga beberapa jenis obat. Dibandingkan magnesium citrate atau chloride, penyerapannya cenderung lebih rendah. Magnesium oxide juga dapat ditemukan sebagai bahan antasida dan laksatif. |
| Magnesium chloride | Termasuk salah satu bentuk magnesium yang relatif mudah larut dan diserap tubuh. NIH memasukkannya bersama citrate, lactate, dan aspartate sebagai bentuk yang cenderung memiliki bioavailabilitas lebih baik. |
| Magnesium sulfate | Lebih banyak digunakan dalam konteks medis tertentu dibandingkan sebagai suplemen harian biasa. Dalam bentuk injeksi, magnesium sulfate dapat digunakan untuk menangani kekurangan magnesium tertentu serta untuk pencegahan dan pengendalian kejang pada preeklampsia atau eklampsia dengan pengawasan tenaga medis. |
| Magnesium hydroxide | Lebih dikenal sebagai bahan obat daripada sebagai suplemen magnesium rutin. Magnesium hydroxide dapat digunakan sebagai laksatif untuk mengatasi sembelit jangka pendek dan sebagai antasida pada produk tertentu. |
| Magnesium carbonate | Salah satu bentuk senyawa magnesium yang dapat ditemukan dalam berbagai sediaan. Karakteristik penyerapan dapat berbeda dari bentuk magnesium lainnya sehingga penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan tujuan dan jenis produk. |
Perlu diingat bahwa jumlah magnesium elemental yang diterima tubuh tidak sebanding dengan jumlah senyawa magnesium yang terkandung dalam kemasan. Jumlah magnesium yang disebutkan pada label suplemen biasanya mengacu pada kandungan magnesium elemental, bukan berat keseluruhan senyawa magnesium. Oleh karena itu, jangan bergantung pada jenis atau nama magnesium untuk menentukan dosis.
Tidak ada jenis magnesium yang otomatis cocok untuk semua orang. Pilihannya harus disesuaikan dengan tujuan penggunaan, jumlah magnesium yang diperlukan, toleransi tubuh terhadap magnesium, konsumsi suplemen atau obat lain, dan kondisi kesehatan tertentu.
Penggunaan Magnesium Bergantung pada Kebutuhan Anda
Ada berbagai alasan mengapa seseorang perlu memperhatikan asupan magnesium mereka. Ada yang menarik karena kualitas tidur, aktivitas fisik, usia, dan penggunaan suplemen.
Meningkatkan Pola Tidur Anda
Sebagai bagian dari fungsi normal sistem saraf, magnesium sering dikaitkan dengan kualitas tidur. Suplementasi magnesium, menurut beberapa penelitian, dapat membantu beberapa aspek tidur, terutama pada orang yang memiliki kadar magnesium rendah. Sejauh ini, temuan penelitian belum sepenuhnya konsisten. Dalam tinjauan sistematis yang dilakukan pada tahun 2024, lima dari delapan studi tentang tidur menemukan bahwa suplemen magnesium meningkatkan setidaknya satu aspek tidur. Meskipun demikian, belum dapat dipastikan bahwa suplemen magnesium akan meningkatkan kualitas tidur setiap orang karena jumlah peserta yang relatif kecil, variasi dalam jenis magnesium yang diberikan, durasi penggunaan, dan dosis yang diberikan selama masing-masing penelitian.
Oleh karena itu, jika Anda sering mengalami kesulitan tidur, jangan anggap itu sebagai gejala kekurangan magnesium. Kualitas tidur juga dapat dipengaruhi oleh kebiasaan tidur, stres, konsumsi kafein, penggunaan obat, dan kondisi medis tertentu.
Mengatasi Ketegangan
Magnesium juga dipromosikan sebagai suplemen yang dapat membantu menghadapi rasa cemas atau stres. Ini terkait dengan peran yang dia mainkan dalam fungsi saraf. Suplementasi magnesium mungkin membantu mengurangi stres atau kecemasan, tetapi buktinya tidak cukup kuat untuk menjadikannya terapi utama.
Menurut tinjauan sistematis terhadap penelitian intervensi, beberapa studi menunjukkan bahwa suplemen magnesium mengurangi gejala kecemasan yang dilaporkan individu. Namun, para peneliti menekankan bahwa, karena ukuran studi yang relatif kecil, serta perbedaan dalam populasi, dosis, dan bentuk magnesium yang digunakan, hasil tersebut masih sulit disimpulkan secara pasti.
Oleh karena itu, magnesium tidak harus digunakan untuk mengurangi stres, tetapi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Anda. Konsultasikan dengan profesional kesehatan jika Anda mengalami stres atau kecemasan yang berkelanjutan hingga mengganggu aktivitas, tidur, atau kualitas hidup Anda.
Rasa sakit setelah berolahraga
Magnesium membantu kontraksi dan relaksasi otot dan banyak proses produksi energi lainnya. Akibatnya, menjaga tingkat magnesium yang cukup penting bagi individu yang aktif berolahraga.
Suplementasi magnesium mungkin membantu mengurangi nyeri otot atau pegal setelah aktivitas fisik.
Sebuah tinjauan sistematis tahun 2024 menemukan bahwa beberapa studi kecil menunjukkan bahwa suplementasi magnesium mengurangi nyeri otot dan beberapa indikator pemulihan. Namun, bukti yang tersedia masih terbatas karena hanya empat studi yang memenuhi kriteria tinjauan tersebut. Selain itu, tinjauan sistematis dan meta-analisis sebelumnya tidak menemukan bahwa atlet atau orang aktif dengan magnesium yang mencukupi meningkatkan kekuatan atau performa otot yang konsisten. Jika seseorang mengalami kekurangan magnesium, manfaat suplementasi mungkin lebih penting.
Oleh karena itu, mengalami pegal setelah berolahraga tidak secara otomatis menunjukkan bahwa Anda memerlukan suplemen magnesium. Untuk mempertahankan pemulihan, diperlukan istirahat yang cukup, diet yang sehat, jumlah cairan yang cukup, dan pengaturan intensitas latihan yang tepat.
Faktor yang Mempengaruhi Usia dan Fase Hidup
Usia, jenis kelamin, dan tahap kehidupan menentukan kebutuhan magnesium seseorang. Untuk ilustrasi, kebutuhan magnesium meningkat selama kehamilan karena mineral ini berpartisipasi dalam banyak proses yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Di sisi lain, suplemen magnesium tidak disarankan secara khusus untuk ibu hamil saat ini. Kecukupan magnesium harus diperhatikan pada lansia. Kemampuan saluran cerna untuk menyerap magnesium dan pengeluarannya melalui ginjal dapat berkurang seiring bertambahnya usia, tetapi asupan magnesium pada orang lanjut usia cenderung lebih rendah. Selain itu, lansia lebih cenderung mengonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat memengaruhi kadar magnesium mereka.
Oleh karena itu, kebutuhan magnesium seseorang harus disesuaikan dengan usianya. Sebelum menggunakan suplemen secara teratur, ibu hamil atau menyusui, orang tua, dan individu dengan kondisi medis tertentu harus berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter mereka.
sebagai tambahan
Untuk memenuhi kebutuhan harian Anda akan magnesium, suplemen dapat menjadi pilihan jika makanan Anda tidak memenuhi kebutuhan Anda. Magnesium glycinate, citrate, oxide, dan chloride adalah beberapa bentuk suplemen magnesium yang tersedia. Masing-masing memiliki fitur dan tingkat penyerapan tertentu. Jenis magnesium yang populer bukan satu-satunya faktor dalam memilih suplemen.
Periksa label magnesium elemental, dosis yang Anda ambil, obat atau suplemen lain yang Anda gunakan, dan kondisi kesehatan Anda. Jika Anda mengambil terlalu banyak suplemen magnesium, Anda dapat mengalami efek samping seperti diare, mual, dan kram perut. Di sisi lain, orang yang mengalami gangguan fungsi ginjal lebih rentan terhadap penumpukan magnesium.
Pelajari tentang berbagai jenis magnesium dan perbedaan mereka sebelum memutuskan untuk menggunakan suplemen magnesium. Anda juga harus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika Anda memiliki penyakit tertentu atau menggunakan obat secara teratur.
Efek Negatif
Kekurangan Mg
Hipomagnesemia, atau kekurangan magnesium, adalah kondisi di mana kadar magnesium dalam tubuh lebih rendah dari normal. Asupan magnesium yang kurang, gangguan penyerapan, kehilangan magnesium berlebihan, atau kondisi kesehatan tertentu dapat menyebabkan kondisi ini.
Kekurangan magnesium awalnya dapat menyebabkan gejala seperti:
Tubuh lemah atau lelah, mual dan muntah, kehilangan nafsu makan, dan kram atau kelemahan otot.
Penanganan medis diperlukan karena hipomagnesemia dapat mengganggu fungsi saraf dan irama jantung pada kondisi yang lebih parah.
Kekurangan magnesium
Itu benar, kita mungkin mengalami kelebihan magnesium. Namun, konsumsi makanan tinggi magnesium tidak menimbulkan masalah kesehatan yang signifikan. karena ginjal yang sehat akan mengeluarkan mineral yang tidak diperlukan melalui urine.
Ketika magnesium terlalu banyak? Salah satunya adalah mengonsumsi suplemen magnesium dalam jumlah besar. Kelebihan magnesium, atau hipermagnesia, akan menyebabkan masalah pencernaan seperti:
diare, sakit, dan kram perut.
Ketika Anda perlu menjalani pemeriksaan magnesium?
Seseorang menjalani pemeriksaan untuk mengetahui berapa banyak magnesium yang ada dalam darah mereka. Orang yang sehat biasanya tidak memerlukan tes ini sebagai pemeriksaan rutin.
Jika Anda mengalami gejala atau memiliki kondisi yang dapat menyebabkan kadar magnesium terlalu rendah atau tinggi, dokter mungkin menyarankan Anda untuk menjalani pemeriksaan magnesium, seperti:
kelemahan atau kram otot, masalah dengan irama jantung, masalah dengan fungsi ginjal, atau penyakit yang mempengaruhi penyerapan dan pengeluaran magnesium dari tubuh.
Hasil pemeriksaan harus dievaluasi bersama dengan riwayat kesehatan, gejala, dan hasil tes lainnya untuk menentukan apakah penanganan tambahan diperlukan.
Metode Aman untuk Mengambil Suplemen Magnesium
Magnesium suplemen tersedia dalam berbagai jenis dan dosis. Akibatnya, penggunaan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing individu.
Untuk menjaga keamanan Anda, perhatikan hal-hal berikut.
Pilih produk dengan dosis dan kandungan magnesium yang jelas; perhatikan jumlah magnesium elemental yang tercantum pada label; hindari mengambil dosis lebih besar dari yang disarankan; jika Anda sedang menggunakan obat apa pun atau suplemen lain, dan konsultasikan dengan dokter Anda segera jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Mungkin tidak perlu mengambil suplemen magnesium jika makanan sehari-hari Anda cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda.