Anak Anda selalu bersin? Tubuh sebenarnya membersihkan diri dengan bersin. Namun, dengan beberapa gejala lain, bersin dapat menjadi masalah. Apakah Anda tahu apa itu?
Apakah normal bagi anak untuk bersin terus-menerus?
Tubuh mengeluarkan bahan-bahan yang menyebabkan iritasi di tenggorokan dan hidung melalui bersin.
Namun, jika anak bersin-bersin terus menerus dan setiap hari, itu menunjukkan bahwa ada masalah yang perlu ditangani. Tergantung pada gejala yang menyertainya, anak bersin biasanya disebabkan oleh iritasi ringan, alergi, atau infeksi.
Secara umum, tiga penyebab berikut menyebabkan anak bersin-bersin terus-menerus:
1. Alergi rhinitis
Alergi seperti debu, bulu, dan sel kulit mati binatang, tungau, dan jamur di udara dapat menyebabkan rhinitis alergi. Sebenarnya, senyawa tersebut tidak berbahaya. Tetapi ketika itu dihirup, tubuh mengeluarkan histamin untuk melawannya. Akibatnya, proses tersebut menyebabkan reaksi alergi, yang menyebabkan anak bersin-bersin, pilek, dan gejala lainnya.
2. Iritasi dari lingkungan seperti debu, asap, dan udara kering
Selain alergen, bahan-bahan yang menyebabkan bersin terus-menerus juga menyebabkan bersin. Beberapa di antaranya adalah asap rokok, udara kering, serbuk sari pohon, polusi, dan debu. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahan-bahan iritan menyebabkan anak bersin-bersin karena tubuh berusaha mengeluarkannya.
3. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus
Anak-anak juga mengalami bersin terus-menerus karena infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan. Rhinovirus dan adenovirus adalah beberapa virus yang sering menginfeksi saluran pernapasan.
Selama 1–2 pekan, gejala infeksi rhinovirus atau adenovirus adalah batuk dan bersin-bersin.
Bakteri kemudian dapat menginfeksi saluran pernapasan, biasanya sinus. Ini disebut sinusitis.
Sebab sinusitis meradang, lendir sulit keluar. Anak-anak bersin-bersin karena situasi ini.
4. Faktor Tambahan yang Sering Kali Terlepas dari Perhatian
Selain penyebab di atas, anak-anak mungkin bersin terus-menerus karena hal-hal berikut:
Makanan yang panas atau pedas.
menggunakan kortikosteroid dalam obat hidung.
Emosi yang kuat
Cara Membedakan Bersin Akibat Alergi, Flu, dan Iritasi: Sebelum memulai pengobatan bersin anak, ayah dan ibu harus tahu cara membedakan bersin yang disebabkan oleh alergi, flu, atau iritasi. Dengan demikian, pengobatan dapat lebih cocok dengan pemicunya.
1. Tanda-tanda Bersin Alergi pada Anak:
Hidung saya tersumbat.
Menjauh.
gatal di telinga, mata, tenggorokan, dan hidung.
Miris.
Matanya berair dan merah.
Ingus berwarna putih.
Jika anak bersin sepanjang tahun karena alergi, gejala berikut dapat muncul:
Infeksi telinga tanpa henti
Mendengkur saat tidur.
Bernapas dengan mulut Anda.
Terlalu sering mengucek hidung dapat menyebabkan garis atau lipatan di batang hidung.
2. Tanda Bersin yang Disebabkan oleh Flu atau Infeksi
Jika anak bersin karena flu atau infeksi, mereka memiliki tanda-tanda berikut:
Hidung tersumbat dan tersumbat.
Gatal di tenggorokan saya.
Matanya berisi air.
Bingung.
Sakit di tenggorokan
Nyeri pada otot dan tulang
Sangat sakit di kepala.
Demam kecil
Ingus yang awalnya bening kemudian berubah menjadi kuning kehijauan.
Anak itu sangat kelelahan.
Perbedaan gejala yang signifikan saat bersin akibat infeksi termasuk demam dan nyeri di seluruh tubuh anak.
3. Tanda Bersin yang disebabkan oleh Iritasi Lingkungan
Bersin jenis ini sangat sederhana karena muncul sebagai hasil dari mekanisme tubuh yang alami.
Diikuti oleh bersin-bersin, hidung meler dan tersumbat, batuk, dan tenggorokan berdahak. Bersin tidak menyebabkan gatal di mata, hidung, atau tenggorokan seperti alergi.
Untuk membuatnya lebih mudah dipahami, berikut adalah ciri-ciri bersin yang disebabkan oleh alergi, infeksi, dan iritasi lingkungan.
Penyebab Bersin | Ciri Utama | Ada Demam? | Kondisi Umum Anak |
Alergi | Dominan gatal dan ingus bening | Tidak | Biasanya bisa aktif |
Flu / Infeksi | Demam dan nyeri badan | Ya | Anak tampak lemas |
Iritasi Lingkungan | Bersin, hidung meler dan tersumbat, batuk saja | Tidak | Tetap aktif
|
Tanda-tanda Anak Bersin yang Harus Dipertimbangkan
Jika gejala-gejala berikut muncul bersamaan dengan bersin yang sering:
Demam mencapai 38°C.
Gejala berlangsung lebih dari sepuluh hari.
Sesak napas
Tampak seperti mulut Anda bengkak.
Kulit sepertinya memiliki cacat.
Lemas, bahkan tertidur.
Ya, Bun, temui dokter anak terdekat Anda untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
Cara Mengatasi Bersin Anak Secara Berkala di Rumah
Si Kecil pasti akan rewel, tidak nyaman, dan tidak bisa tidur karena bersin terus-menerus. Untuk mengatasi masalah ini, gunakan beberapa metode berikut.
1. Mengurangi paparan terhadap debu dan alergen
Menghindari pencetus bersin-bersin adalah menghindari bahan-bahan yang menyebabkan iritasi dan alergi, seperti debu, asap rokok, tungau, dan bulu binatang. Jauhkan anak dari hewan berbulu dan tempat berdebu, seperti rak buku. Gunakan penjernih udara jika diperlukan.
2. Mempertahankan Kelembapan Udara
Pastikan udara di rumah tidak terlalu kering untuk mencegah saluran pernapasan anak teriritasi. Gunakan humidifier atau pelembap udara bila perlu. Meskipun demikian, jangan biarkan udara di rumah terlalu basah. Hal ini menyebabkan jamur berkembang, yang dapat menyebabkan iritasi dan infeksi saluran pernapasan.
Jadi, bersihkan dehumidifier secara teratur dan pastikan setiap ruangan memiliki cukup ventilasi.
3. Melakukan Hal-hal Sehari-hari yang Membantu Mengurangi Bersin
Untuk menghindari infeksi, alergen, dan iritan, selalu ajarkan anak cuci tangan sebelum dan setelah beraktivitas.
Jika anak Anda sering bersin, cobalah mencuci hidungnya dengan spuit suntik dan cairan saline.
4. Kapan Obat Harus Diambil dan Kapan Tidak
Jika anak menunjukkan gejala rhinitis alergi, diperlukan pengobatan bersin dengan obat-obatan. Antihistamin, seperti loratadine dan cetirizine, diresepkan. Obat tidak diperlukan untuk flu anak. Anak-anak hanya perlu perawatan untuk mengurangi gejala, seperti mencuci hidung dengan saline. Sebelum memberi anak obat untuk bersin, selalu konsultasikan dengan dokter mereka.
Cara Mencegah Anak Bersin Berulang Ada beberapa cara untuk mencegah anak bersin terus-menerus. Apa itu?
1. Menjaga Kebersihan Rumah dan Kamar Tidur
Pastikan kasur, karpet, selimut, dan sofa rutin dibersihkan dan disedot dengan vacuum cleaner agar alergen dan debu tidak menempel di area yang sering disinggahi anak. Anak terlindung dari iritan dan alergen yang dapat menyebabkan bersin. Untuk merangsang produksi vitamin D tubuh, pastikan kamar terkena paparan matahari. Kecukupan vitamin D membantu melawan infeksi dan alergi.
2. Peran Nutrisi dan Daya Tahan Tubuh dalam Kehidupan
Pastikan anak Anda bersih dan sehat. Untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, Anda harus makan makanan yang kaya protein, vitamin A, vitamin C, vitamin D, zinc, dan zat besi.
Dengan cara ini, bersin terus-menerus dapat dihindari. Beri susu pertumbuhan untuk memenuhi kebutuhan gizinya jika perlu.
3. Tempat Bermain yang Lebih Aman
Pastikan anak berada di lingkungan yang lebih sehat setiap saat. Sebisa mungkin, hindari tempat bermain yang berpolusi dan tidak memiliki sirkulasi udara yang baik. Berhati-hatilah untuk tidak merokok di dekat anak dan segera bawa mereka jauh dari asap rokok. Anak menghindari bersin-bersin dan masalah kesehatan lainnya.
Anak-anak biasanya bersin terus-menerus karena alergi, infeksi virus, dan iritasi. Bersin pada anak harus diobati oleh dokter.
Ayah Bunda harus memastikan bahwa rumah dan lingkungan sekitarnya tetap bersih dan bebas polusi serta asap rokok.