Tabel ini dibuat oleh Depkes pada tahun 1980-an dan 1990-an, dan diadaptasi oleh Anung Nur Rachmi.
Di Facebook siang ini, saya memberikan link untuk makanan yang harus dikonsumsi anak berusia enam bulan. Bu Anung Nur Rachmi ternyata memberikan tanggapan yang menarik. Malahan, dia membagikan jadwal makan yang sudah ada sejak tahun 80-an. Mudah-mudahan cukup jelas.
Buah yang dilumatkan harus menjadi makanan tambahan pertama. Bayi baru dilahirkan memiliki usus yang belum matang karena masa pematangan usus selama beberapa bulan pertama kehidupannya. Karena itu, dia hanya boleh menerima ASI karena ususnya hanya dapat mencerna ASI. bahaya sekali memberi makanan tambahan kepada bayi yang belum berusia empat bulan.
Tapi setelah itu, ususnya sudah siap dimasukkan bersama buahnya. Buah adalah pilihan terbaik karena buah adalah makanan yang paling mudah dicerna usus. Buah membutuhkan waktu sekitar lima belas hingga tiga puluh menit untuk dicerna oleh lambung dan langsung menuju usus halus untuk diserap ke dalam darah. Jika bayi diberi makanan tambahan setelah ASI eksklusif, makanan tambahan seperti bubur susu seperti Cerelac dan sebagainya dapat berbahaya karena usus bayi belum siap untuk menyerap karbohidrat.
Pada tahun 80-an dan 90-an, ketika seorang ibu melahirkan di bidan atau RS, kami masih diberikan tabel jadwal makan bayi oleh bidan atau RS. Tabel seperti itu tidak lagi diberikan saat ini. Tabel tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa buah adalah makanan tambahan pertama yang digunakan sebagai pendamping ASI selama empat minggu. Barulah bubur susu boleh diberikan, dan setelah empat minggu bubur susu, baru boleh dimulai dengan bubur saring yang dibuat sendiri.
Dalam makalah yang dikirimkan bu Anung, sudah ada petunjuk seperti berikut.
Bayi hanya diberikan susu formula sampai umur empat bulan. Anda tidak boleh memberinya makanan atau minuman lain karena ususnya tidak dapat mencerna makanan lain selain susu formula, susu bayi kalengan, atau ASI. Susu kental manis, bendera, atau Dancow tidak disarankan untuk bayi.
Dalam makalah yang dikirimkan bu Anung, sudah ada petunjuk seperti berikut.
Bayi hanya diberikan susu formula sampai umur empat bulan. Anda tidak boleh memberinya makanan atau minuman lain karena ususnya tidak dapat mencerna makanan lain selain susu formula, susu bayi kalengan, atau ASI. Susu kental manis, bendera, atau Dancow tidak disarankan untuk bayi.
Kue Farley/Milna atau Marie Regal adalah pilihan yang bagus untuk biskuit.
Bayi berumur empat bulan diberikan bubur susu yang dibuat dari tepung beras merah dan dimasak dengan susu formula. Mungkin juga ada bubur susu siap pakai seperti Nutricia, Promina, atau Nestle yang dirancang khusus untuk bayi berusia empat bulan. (Perhatikan teks yang terletak di bagian depan kardusnya.)
Jadwal pemberian ASI di atas dimaksudkan sebagai pedoman umum. Jika bayi meminta minum di luar jadwal di atas, tetap berikan ASI. Namun, lebih baik memberikannya makan terakhir saat jadwal makannya hampir tiba. ASI baru diberikan setengah jam atau satu jam kemudian. Setelah minum ASI atau susu, jangan lupa minum air putih satu atau dua sendok. Bayi harus diberikan air putih lebih banyak dan lebih sering seiring pertumbuhannya.
Beras dimasak dengan air untuk membuat bubur saring. Setelah beras menjadi lunak dan hampir jadi bubur, tambahkan empat lembar bayam, sepotong wortel diparut, dan sepotong hati ayam atau ayam (2 x 2 cm) dicincang. Setelah masak, saring. Mulai dengan menghasilkan bubur yang agak encer. Bubur bayi mungkin menjadi lebih kental seiring bertambahnya usianya.
Perlu diingat bahwa kebutuhan bayi untuk ASI akan berkurang setelah enam bulan, ketika bayi mulai diberi lebih banyak makanan tambahan. Sesuaikan ASI sesuai permintaan.
Setelah satu tahun, bayi mungkin mulai makan nasi lembek, tetapi jadwal makan mereka harus tetap sesuai dengan yang disebutkan di atas.
Mengingat tahunnya adalah tahun 80-an, tentu saja ASI eksklusif baru 4 bulan. Kita bisa mengubah lagi dengan tetap menyesuaikan dengan ASI eksklusif selama enam bulan dan memulai yang diberikan pada saat empat bulan di tabel ini saat berusia enam bulan.
Ini mungkin menjadi pedoman bagi ibu yang memiliki bayi selama enam bulan.