.Banyak ibu menyusui tidak menyadari bahwa penggunaan dot memiliki efek samping, yaitu bayi berisiko mengalami binggung puting dan payudara mereka "kalah" dengan dot, yang mengurangi produksi ASI.
Di acara talkshow di Breastfeeding Fair 2012 di Grand Indonesia Shopping Town—Eastmall Level 2 (Exhibition Hall), Jakarta Jumat, Ketua Ikatan Konselor Menyusui Indonesia (IKMI) Nia Umar mengatakan hal itu.
Bayi dapat mengatur jumlah susu yang keluar dari payudaranya saat menyusu lewatnya. Namun, susu dapat mengalir lebih cepat dengan botol daripada dengan dihisap. Dia mengatakan bahwa inilah yang membuat bayi akhirnya menolak untuk menyusui melalui payudara ibunya.
Dia mengatakan bahwa masyarakat Indonesia sekarang menggunakan dot untuk memberi bayi makan. Padahal, menurut Nia, masyarakat Indonesia pada tahun 60-an adalah masyarakat yang menyusui kulturnya.
Iklan dan promosi susu formula yang masuk telah mengubah persepsi masyarakat tentang menyusui dan mengurangi penggunaan dot atau botol. Semua orang yang melahirkan menerima hadiah botol. Dia tegas, "Padahal belum tentu dia butuh."
Bayi membantu merangsang produksi ASI dengan memompa dan mencekeram puting dengan bibir dan rahang mereka selama menyusui. Bayi menyusu secara langsung dari payudara juga membantu pertumbuhan gigi dan rahang mereka sesuai dengan pertumbuhan fisiologis mulut.
Menurut Nia, tidak semua bayi akan mengalami bingung puting. Jika harus berganti-ganti menggunakan botol dan payudara, beberapa bayi biasanya tidak mengalami masalah. Selama enam minggu pertama, tetap berikan ASI eksklusif pada bayi Anda.
Ini adalah beberapa tanda bayi Anda bingung dengan puting:
- Bayi mendorong payudara keluar dari mulutnya dan menyodorkan lidahnya ke atas saat mengisap.
- Bayi belum membuka mulut dengan cukup lebar. Bayi hanya akan mengisap ujung puting, yang dapat menyebabkan nyeri.
- Ketika bayi menggunakan botol ASI, ia menjadi rewel dan marah.
- Tidak menyusui bayi dengan benar menyebabkan pasokan susu ibu berkurang.