Bayi balita terdiri dari bayi baru lahir usia 0–28 hari, bayi usia 0–11 bulan, dan anak balita usia 12–59 bulan. Bayi dan balita sangat penting untuk diperhatikan karena pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental mereka sangat cepat. Kesehatan bayi dan balita mencakup perawatan dan rujukan, gizi, pengawasan pertumbuhan dan perkembangan, imunisasi, rehabilitasi dan perawatan jangka panjang untuk penyakit kronis atau langka, pola asuh, dan penyediaan lingkungan yang aman dan sehat.
Selain upaya kesehatan tersebut, kesehatan bayi juga harus diperhatikan. Ini termasuk mencegah infeksi, memberikan makan bayi dan anak, skrining bayi baru lahir, perawatan BBLR, makanan untuk ibu menyusui, dan skiring balita. Asupan makanan dan nutrisi yang cukup serta perawatan yang baik sangat memengaruhi kesehatan bayi dan balita. Berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala bayi dan balita yang sehat sesuai dengan usianya.
Nutrisi yang diberikan ibu kepada bayi melalui ASI sangat menentukan kesehatannya pada masa bayi. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi mereka selama enam bulan pertama, kemudian melanjutkannya dengan MPASI yang sehat dan bergizi. Selain itu, perawatan kulit bayi, sanitasi dan kebersihan, serta vaksinasi untuk melindungi bayi dari penyakit harus diperhatikan. Untuk balita, penting untuk memberikan stimulasi dan kegiatan fisik yang dapat membantu pertumbuhan otak dan keterampilan sosial, serta mengonsumsi makanan yang sehat.
Kegiatan fisik yang tepat dapat membantu perkembangan otot dan tulang anak. Orangtua juga harus meningkatkan keterampilan sosial, kognitif, dan bahasa anak mereka dengan membaca dan bermain cerita. Berat badan, tinggi, dan lingkar kepala serta aktivitas dan respons yang sesuai dengan usia dapat menunjukkan kesehatan bayi dan balita. Konsultasikan segera ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat jika bayi atau balita menunjukkan keluhan atau tanda-tanda masalah kesehatan.