Apakah Anda atau buah hati Anda sering mengeluh tentang nyeri tenggorokan yang tak kunjung sembuh, demam tinggi yang terus-menerus, atau masalah menelan yang tidak dapat dihindari? Jika Anda menjawab ya, Anda mungkin menderita tonsilitis kronis, yang sering disebabkan oleh kuman.
Selama ini, orang sering cemas karena bayangan akan operasi amandel, atau tonsilektomi. Banyak orang menunda perawatan medis yang sangat penting karena khawatir akan rasa sakit yang luar biasa setelah operasi, pendarahan, dan masa pemulihan yang panjang.
Namun, kedokteran masih berkembang. Mengobati amandel yang membengkak atau meradang dengan tepat dan tidak sakit saat ini dapat dilakukan dengan teknologi radiofrekuensi, yang dikenal sebagai radiofrekuensi tonsilotomi atau tonsilektomi.
Bagaimana Fungsi Teknologi Radiofrekuensi?

Untuk mengurangi trauma jaringan, prosedur radiofrekuensi menggunakan suhu rendah. Sumber: Semantic Scholar Metode radiofrekuensi menggunakan energi gelombang radio bersuhu rendah. Ini berbeda dari metode konvensional yang menggunakan pisau bedah biasa atau alat kauter bersuhu tinggi (electrocautery).
Suhu presisi ini digunakan untuk memotong atau mengecilkan jaringan amandel tanpa merusak jaringan sehat di sekitar tenggorokan.
Keuntungan dari Metode Radiofrekuensi dibandingkan dengan Metode Biasa
Minimal Nyeri Setelah Tindakan
Jaringan sekitarnya tidak mengalami kerusakan termal yang signifikan. Hal ini secara signifikan mengurangi tingkat nyeri pasien setelah operasi.
Rendah Risiko Pendarahan
Selama prosedur, gelombang radiofrekuensi secara langsung menutup pembuluh darah kecil, yang disebut koagulasi. Ini mengurangi risiko pendarahan baik selama maupun setelah prosedur.
Pemulihan yang Lebih Cepat
Dibandingkan dengan metode konvensional, pasien dapat kembali menelan makanan lunak, berbicara, dan melakukan aktivitas harian dalam waktu yang lebih singkat.
Tinggi Prestasi dan Fleksibel
Jika jaringan amandel masih berfungsi baik—khususnya pada anak-anak—dokter spesialis THT dapat memilih untuk melakukan tonsilotomi untuk mengurangi volume amandel tanpa mengupas seluruh kantung amandel.
Kapan Operasi Amandel Harus Dilakukan?
Dr. Suparti Suleh, Sp.
Jika peradangan sudah mengganggu kualitas hidup pasien, operasi amandel THT-KL disarankan. Beberapa kriteria yang dianggap sebagai indikasi medis adalah:
Radang Berulang: Kumat muncul lebih dari lima hingga tujuh kali per tahun, atau lebih dari tiga kali per tahun selama dua tahun berturut-turut.
Sumbatan Jalan Napas: Kondisi di mana amandel terlalu besar sehingga menyebabkan mengorok (snoring) atau jeda napas saat tidur.
Gangguan Menelan dan Bicara: Sulit menelan makanan keras atau suara menjadi sengau.
Komplikasi Medis: Abses, yang merupakan tumpukan nanah di sekitar amandel, yang dikenal sebagai abses peritonsil, atau batu amandel yang berulang, yang menyebabkan bau mulut yang tidak berhenti.