Anak-anak adalah aset masa depan negara. Kesejahteraan anak-anak harus menjadi prioritas dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Orang tua dan pengasuh juga sangat penting untuk memiliki anak yang sehat. Salah satu kebutuhan utama anak di Indonesia masih kesehatan. Indonesia masih berada di jajaran negara dengan anak yang kurang gizi. Namun, gizi balita telah meningkat, dengan penurunan "stunting" (tubuh pendek balita) dari 37,2% menjadi 29%. Anak-anak harus diimunisasi untuk menghindari polio, campak, tuberkulosis (TBC), rubella, dan hepatitis selain mendapatkan cukup gizi. Selain itu, pemerintah menawarkan imunisasi melalui puskesmas dan rumah sakit. Sebaliknya, 32,1% orang yang tidak diimunisasi dan 8,7% orang yang tidak diimunisasi mencapai angka tidak lengkap, menurut Riskesdas (2013).
Perawatan awal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan anak adalah pemberian vaksinasi dan gizi yang baik. Kedua hal tersebut masih belum dilakukan secara optimal. Namun, pemerintah terus bekerja untuk meningkatkan kesehatan anak-anak. Melalui peringatan Hari Anak Nasional, pemerintah ingin meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga anak-anak Indonesia agar dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang baik, termasuk mendapatkan nutrisi yang baik dan diimunisasi. Pemerintah melakukan upaya untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan asupan gizi yang sesuai dengan perkembangan mereka dengan mempromosikan gaya hidup sehat, yang mengandung makanan yang sehat dan cukup istirahat, terutama untuk anak-anak. Selain itu, pemerintah juga melakukan kampanye imunisasi serentak untuk mencegah anak-anak tertular penyakit.
Upaya-upaya ini tidak hanya mendukung hak anak untuk hidup masa kecil yang bahagia, tetapi juga membangun generasi penerus yang baik. Saat anak berada dalam kondisi sehat dengan pemenuhan gizi yang mendukung pertumbuhannya dan bebas dari penyakit, mereka akan memiliki masa kecil yang bahagia.