Salah satu komponen utama yang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak adalah kesehatan. Sebab, Bun, anak tidak akan tertarik untuk belajar dan bermain jika mereka sakit. Oleh karena itu, agar anak tidak mudah sakit, bunda dan ayah harus selalu memprioritaskan menjaga anak tetap sehat.
Jadi, apa yang bisa Bunda lakukan untuk memastikan anaknya tetap sehat? Baca selengkapnya di artikel ini.
Cara Menjaga Tubuh Anak Sehat
Salah satu cara yang paling penting untuk menjaga kesehatan anak adalah dengan memberi mereka makanan yang bergizi seimbang. Namun, tidak hanya itu, Bunda. Selain itu, ibu harus mengajarkan anak-anak kebiasaan hidup yang bersih dan teratur, seperti mencuci tangan dan tidur dengan cukup.
Penjelasan lengkap dapat ditemukan di sini:
1. Menjaga asupan gizi yang seimbang
Untuk memastikan bahwa anak selalu sehat dan tidak sakit, hal pertama yang harus diperhatikan adalah memastikan mereka mendapatkan asupan bergizi seimbang. Memberikan si Kecil asupan nutrisi yang tepat dari berbagai jenis makanan dalam jumlah yang tepat dan secara teratur akan membantu memperbaiki status gizinya dan meningkatkan imunitas tubuhnya.
Sebagai contoh, makan daging sapi atau ayam, yang kaya protein dan zat besi, dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit menular. Sebaliknya, sistem pencernaan dan sistem kekebalan tubuh yang berasal dari perut tetap berfungsi berkat serat yang terkandung dalam buah dan sayuran. Buah dan sayur juga mengandung vitamin C, yang membantu tubuh si Kecil menyerap zat besi dengan lebih baik.
Akibatnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga membuat panduan Isi Piringku untuk mendorong semua orang di Indonesia untuk memantau status gizi mereka untuk menjaga kesehatan mereka.
Menurut panduan Kemenkes, isi piring untuk satu kali makan anak adalah sebagai berikut:
Nasi sepertiga dari satu piring adalah makanan pokok.
Lauk pauk adalah 1/6 piring. Pertimbangkan dua potong ayam sedang tanpa kulit, satu telur ayam, atau dua potong tempe ukuran sedang.
1/3 piring adalah sayuran. Sebuah mangkok kecil sup bayam bening, misalnya.
Buah setara dengan 1/6 piring. Sebagai ilustrasi, dua potong pepaya ukuran sedang.
Idealnya, makanan pokok harus mengandung tiga hingga empat porsi karbohidrat setiap hari, dan makanan berprotein harus mengandung dua hingga empat porsi setiap hari. Anak-anak harus makan sekitar 2-3 porsi buah dan 3-4 porsi sayur setiap hari untuk mendapatkan banyak vitamin. Selain itu, si Kecil harus dibatasi dari gula, garam, dan minyak.
2. Pastikan Anak Tidur Selama Waktu yang Cukup
Sangat penting bagi bunda untuk mempertahankan kebiasaan tidur si Kecil. Anak-anak yang kurang tidur lebih rentan terhadap penyakit karena tidur yang tepat membantu tubuh memulihkan dan memperbaiki setiap sel dan jaringan. Oleh karena itu, bunda harus mengetahui berapa lama anak harus tidur sesuai dengan usianya. Menurut IDAI, anak usia dua tahun tidur sekitar tiga belas jam per hari, dua belas jam per hari untuk anak usia tiga hingga empat tahun, dan sebelas jam per hari untuk anak usia lima tahun. Selain itu, si Kecil idealnya sudah tidur sebelum pukul 9 malam, karena itu adalah waktu terbaik untuk tidur.
Bun, konsistensi adalah kuncinya. Oleh karena itu, ketika si Kecil semakin dekat dengan waktu tidur malamnya, Anda mulai mengurangi stimulus di sekitarnya, seperti mengurangi cahaya lampu, mengurangi volume suara bising, dan mengatur suhu ruangan agar tetap nyaman (tidak terlalu panas atau terlalu dingin). Pilih satu atau dua aktivitas yang menenangkan setiap hari sebelum tidur, seperti memandikan, berdoa, dan membacakan cerita sebelum tidur. Ya, selama rutinitas ini tidak terlalu rumit atau berlarut-larut.
3. Ajari Rajin Cuci Tangan
Salah satu cara terpenting untuk mencegah penyebaran penyakit yang mudah menyebar melalui kontak tangan atau mulut adalah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Sebagaimana dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mencuci tangan secara teratur dengan sabun dapat mencegah penyebaran penyakit menular hingga 85% dan mencegah kondisi menjadi lebih parah. Oleh karena itu, Bunda harus mulai mengajarkan si Kecil untuk rajin mencuci tangan setiap kali dia bermain, sebelum makan, setelah keluar dari kamar mandi, dan setelah batuk atau bersin.
Cara cuci tangan yang tepat adalah sebagai berikut:
Basahi tangan Anda dengan air.
Selama minimal dua puluh detik, gosok kulit bawah kuku, sela-sela jari, punggung tangan, dan telapak tangan dengan sabun.
Bilas tangan Anda dengan air bersih.
Mengeringkan tangan Anda dengan kain atau tisu bersih.
4. Menjaga Tubuh Sehat
Kesehatan si Kecil juga dipengaruhi oleh kebersihan tubuhnya, lho! Pada dasarnya, mengajarkan kebersihan sejak dini berarti Bunda juga mengajarkan anak hidup sehat. Untuk menjaga kesehatan anak, tidak hanya mengajarkan mereka untuk selalu mencuci tangan setelah beraktivitas, tetapi juga menjaga kebersihan anggota tubuh lainnya. Mulailah dengan menjaga kebersihan mulut dengan mengajarkan orang untuk sikat gigi secara teratur, menjaga kebersihan tubuh dengan mandi, dan jangan lupa untuk menjaga kaki bersih.
5. Ajak Anak Anda Berolahraga Setiap Hari
Ajak si Kecil berolahraga juga bisa mencegah sakitnya. Berolahraga setiap hari selama setidaknya 60 menit dapat membantu si Kecil tidur lebih nyenyak, menjadi lebih sehat, melawan infeksi, dan memiliki perilaku yang lebih baik.
6. Pastikan Semua Anak Divaksinasi
Penyebaran vaksin atau imunisasi adalah metode pencegahan penyakit yang paling efektif. Dengan memberikan vaksin, sistem kekebalan tubuh anak dapat distimulasi untuk membuat antibodi untuk melindunginya dari penyakit. Untuk memberikan perlindungan terbaik, ibu harus mengetahui kapan si Kecil divaksinasi. Vaksinasi dapat mencegah Hepatitis B, Tuberkulosis, Tetanus, Difteri, Pertusis, Polio, Pneumonia, Meningitis, Campak, dan Rubella.
Ini adalah beberapa vaksinasi dasar yang harus diberikan kepada anak:
Immunisasi BCG untuk mencegah TBC (0 bulan hingga 1 tahun).
Immunisasi Hepatitis B membangun kekebalan terhadap penyakit Hepatitis B selama dua bulan, tiga bulan, dan empat bulan.
Anak-anak yang telah diberikan imunisasi Polio dilindungi dari penyakit Poliomyelitis, yang dapat menyebabkan kelumpuhan, pada usia 0 bulan, 1 tahun, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.
vaksinasi difteri, pertusis, tetanus, dan tuberkulosis (DPT) selama dua bulan, tiga bulan, dan empat bulan.
Anak berusia 9 bulan diberikan vaksinasi campak untuk mencegah virus campak.
7. Kurangi Perangkat Utama
Bunda harus membatasi waktu si Kecil di depan komputer hingga dua jam sehari atau kurang jika dia lebih dari dua tahun. Cahaya yang dipancarkan dari layar perangkat dan televisi dapat menurunkan kadar melatonin, mengganggu tidur si Kecil. Ini pasti akan mempengaruhi siklus tidurnya. Ini adalah beberapa cara Bunda dapat memastikan si Kecil tetap sehat dan tidak mudah sakit. Jangan lupa, Bun, bahwa tubuh yang sehat membawa jiwa yang kuat. Kesehatan tubuh si Kecil harus dijaga agar dia tumbuh sehat, aktif, dan berani.