Bagaimana definisi mindset pertumbuhan?
Dalam bukunya yang berjudul Mindset: The New Psychology of Success (2006), Dr. Carol S. Dweck, seorang psikolog dari Stanford University, memperkenalkan istilah growth mindset. Kacamata pertumbuhan adalah keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat berkembang melalui usaha, strategi yang tepat, dan dukungan lingkungan. Sebaliknya, fixed mindset menganggap kemampuan alami dan tidak dapat diubah. Dalam hal anak-anak, pemikiran pertumbuhan tercermin dalam keberanian untuk mencoba hal-hal baru, tidak mudah menyerah, dan menganggap kesalahan sebagai bagian dari proses belajar.
Untuk alasan apa menanamkan mindset grwoth sejak dini sangat penting?
Masa kanak-kanak adalah masa emas untuk membangun pikiran. Cara anak melihat dirinya sendiri dan kemampuan mereka akan memengaruhi cara ia belajar, bersosialisasi, dan menghadapi kesulitan di masa depan. Menurut penelitian Dweck (2015), anak-anak dengan mindset pertumbuhan memiliki keinginan yang lebih besar untuk belajar, daya tahan yang lebih besar terhadap kegagalan, dan kemampuan untuk memperoleh keterampilan baru.
Selain itu, anak-anak dengan mindset pertumbuhan memiliki kapasitas yang lebih besar:
Mengatasi frustrasi saat menghadapi masalah
Mengembangkan minat yang tinggi.
Memiliki keyakinan diri yang kuat.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Pandangan Berkembang
Metode perawatan orang tua
Anak belajar dari cara orang tua memuji atau menanggapi upaya mereka.
Sebagai contoh, "Kamu pintar sekali!" (pujian untuk hasil) berbeda dengan "Kamu berusaha keras ya, hebat!" (pujian kepada proses).
Anak-anak memperoleh perspektif positif terhadap tantangan dan mendapat manfaat dari lingkungan belajar sekolah yang menghargai proses belajar, bukan hanya hasil akhir.
Model orang dewasa
Anak-anak yang melihat orang tuanya berani mencoba hal-hal baru akan lebih mudah meniru mereka.
Tekanan sosial dan ekspektasi
Tekanan berlebihan untuk selalu "berhasil" dapat membuat anak takut gagal, yang memperkuat cara berpikir tetap.
Tanda-tanda Anak Memiliki Pandangan Berkembang
"Aku belum bisa"daripada "Aku tidak bisa"
Setelah gagal, saya ingin mencoba lagi.
Menunjukkan minat yang tinggi.
Jangan takut untuk meminta atau meminta bantuan.
Meskipun sulit, itu menyenangkan untuk belajar hal baru.
Efektifitas Jika Anak Memiliki Pendekatan Fokus
Dalam situasi sulit, menyerah adalah hal yang mudah.
takut gagal atau dilecehkan
Menjauh dari masalah baru.
Ada kecenderungan untuk membandingkan diri dengan orang lain.
Mereka biasanya menganggap diri mereka "tidak cukup pintar" atau "tidak berbakat".
Saran dan Teknik untuk Meningkatkan Mindset Pembangunan
Fokuskan pujian berbasis usaha dan proses daripada hasil akhir. Fokuskan pada strategi, ketekunan, dan cara berpikir anak.
"Ya, Anda belajar dengan tekun, dan Ibu bangga dengan usaha Anda."
Belajar bersama dengan normalisasi kesalahan
Beritahu kami tentang pengalaman buruk yang berakhir dengan kesuksesan.
Tantangan harus disesuaikan dengan kemampuan anak.
Anak dapat merasa tertantang tanpa kewalahan dengan tantangan kecil.
Gunakan bahasa yang fleksibel.
Dalam kalimat seperti, "Aku belum bisa membaca dengan lancar", masukkan kata "belum".
Coba gunakan mindset pertumbuhan di rumah Anda.
Orang tua harus menunjukkan keinginan mereka untuk belajar dan berkembang juga.
Metode Penting untuk Orang Tua
Mencoba hal baru di rumah dengan mengatur "waktu belajar".
kumpulan buku yang menanamkan semangat dan ketekunan untuk belajar.
"Apa yang kamu pelajari dari kesalahanmu hari ini?" tanyakan pada anak.
Anda tidak boleh disebut sebagai "anak nakal" atau "anak malas".
Ketika Orang Tua Harus Mengunjungi Psikolog?
Jika anak itu:
Jangan terlalu khawatir gagal sampai mengatasi semua kesulitan.
Saat tugasnya tidak berhasil, dia sering menangis.
memiliki keyakinan diri yang rendah dan menolak untuk belajar hal baru.
Psikolog dapat membantu keluarga memiliki perspektif positif melalui asesmen dan pelatihan orang tua.
Perspektif Psikolog dan Okupasi: Pemikiran pertumbuhan adalah dasar kesehatan mental dan keinginan anak untuk belajar. Dari sudut pandang okupasi, anak dengan mindset pertumbuhan lebih mampu menguasai keterampilan sehari-hari dan mengatasi tantangan dalam aktivitas rutin.